Close Menu
preskon.idpreskon.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    preskon.idpreskon.id
    • Beranda
    • News
    • Ekonomi
    • Sport
    • Lifestyle
      • Kuliner
      • Budaya
      • Kesehatan
    • Berita Foto
    preskon.idpreskon.id
    Home » Larung Sesaji Jelang Ramadan, Tradisi Unik Nelayan Desa Manyar Gresik
    Lifestyle

    Larung Sesaji Jelang Ramadan, Tradisi Unik Nelayan Desa Manyar Gresik

    RedaksiBy Redaksi8 Maret 2024Updated:16 Maret 20242 Mins Read
    Tradisi larung sesaji nelayan Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, jelang bulan suci ramadan di sungai Kalimireng. (Foto: Istimewa)
    Share
    Facebook Twitter Pinterest

    PRESKON.ID – Setiap menjelang bulan suci ramadan, masyarakat nelayan Manyar Komplek yakni Desa Manyarrejo, Desa Manyarsidomukti dan Desa Manyarsidorukun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, punya tradisi unik, yakni larung sesaji di Sungai Kalimireng.

    Tradisi ini selain untuk menyambut datangnya bulan suci ramadan juga sebagai bentuk rasa syukur atas hasil ikan yang di dapat para nelayan saat menangkap ikan dalam setahun terakhir di perairan tersebut.

    Sekretaris Desa Manyar Sidomukti Chusnul Busthomi, menjelaskan, tradisi larung sesaji ini merupakan tradisi yang turun temurun. Biasanya digelar usai tradisi brahatan (Malam Nisyfu Sya’ban) hingga 3 hari sebelum Ramadan.

    “Adapun sesaji yang dilarung berupa embang (mawar, kantil, dan sedap malam), bubur pelangi (bubur ombak), nasi tumpeng, satu buah telur, serta kepala ayam, sayap ayam, dan kaki ayam,” kata Chusnul Bustomi, Kamis (7/3/2024).

    Chusnul melanjutkan, sesaji itu dilarung di tiga titik lokasi. Lokasi pertama tidak jauh dari tempat pemberangkatan perahu, kedua di Tanggok yang berdekatan dengan kawasan Jiipe, dan ketiga di dekat jembatan kecil yang biasa dilewati warga.

    “Semoga dengan larungan ini, para nelayan diberikan keselamatan, dan rezeki yang melimpah oleh Allah SWT,” harapnya.

    Salah satu nelayan Desa Manyarsidorukun, Muhammad Suud, menambahkan bahwa tradisi larung sesaji ini juga diyakini dapat membuat dirinya merasa lebih aman dari gangguan penghuni sungai, diantaranya adalah buaya.

    “Semoga setelah acara larung sesaji ini, buaya di Kalimireng tidak mengganggu para nelayan,” harap Suud. (esef)

    jelang puasa
    Share. Facebook Twitter Pinterest WhatsApp
    Previous ArticleKapolres Gresik Hadiri Wasev TMMD ke-119 Tahun 2024 di Desa Sembung, Gresik
    Next Article Mengintip Galeri Dekranasda, Etalase Produk Unggulan Kabupaten Gresik.

    Related Posts

    Pelukis Ariel Ramadhan Gelar Pameran Tunggal ke-7 Bertajuk “Lautan Bercerita”

    22 Desember 2025

    Dekranasda Fest 2025 Jadi Kebangkitan Budaya dan UMKM Gresik

    30 Agustus 2025

    Usai Luncurkan Seri Basket dan Kasual, Terbaru Merek AZA Keluarkan Sepatu Lari

    4 Juli 2025
    TERKINI

    Pelukis Ariel Ramadhan Gelar Pameran Tunggal ke-7 Bertajuk “Lautan Bercerita”

    22 Desember 2025

    Allegiant Resmi Jadi Official Apparel Turnamen Padel “Dancing Smash Tourney”

    4 Desember 2025

    SSB G2 Tasyakuran Homebase Baru di Lapangan Desa Pongangan Gresik

    19 November 2025

    Seniman Bedebah STW Sajikan Karya Tentang Gunung Penanggungan di Artlab Surabaya

    11 November 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 Preskon.id Designed by Preskon.id.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.