Close Menu
preskon.idpreskon.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    preskon.idpreskon.id
    • Beranda
    • News
    • Ekonomi
    • Sport
    • Lifestyle
      • Kuliner
      • Budaya
      • Kesehatan
    • Berita Foto
    preskon.idpreskon.id
    Home ยป Memanfaatkan Galon yang Terabaikan untuk Penghijauan Kawasan Pemukiman
    News

    Memanfaatkan Galon yang Terabaikan untuk Penghijauan Kawasan Pemukiman

    RedaksiBy Redaksi25 Agustus 20263 Mins Read
    Tutik Windarsih, saat mengolah kompos di halaman rumahnya. (FOTO: PRESKON.ID)
    Share
    Facebook Twitter Pinterest

    PRESKON.ID – Dalam kehidupan sehari-hari kita tak lepas dari produk-produk yang akan menghasilkan sampah berbahan plastik seperti galon, kertas atau kardus. Tak hanya itu, daun kering, bunga yang sudah layu, buah yang jatuh dari pohon (biasanya buah jambu dan mangga), bahkan sisa makanan yang kita konsumsi juga akan menjadi sampah.

    Meski berstatus sampah namun barang-barang di atas tidak perlu kita buang karena bisa diolah menjadi kompos sehingga tidak perlu lagi membeli pupuk tanaman. Adapun manfaatnya untuk penghijauan di sekitar tempat tinggal kita.

    Salah satu penggerak komunitas Bank Sampah Kamper di Perumahan Pongangan Indah (PPI), Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Tutik Windarsih, menjelaskan jika barang-barang bekas tersebut memiliki manfaat untuk menciptakan kawasan yang bersih dan asri.

    “Kami memanfaatkan galon bekas menjadi tempat kompos sekaligus pot. Selain itu galon bekas juga bisa dijadikan tempat payung, tempat sapu bahkan tempat botol plastik bekas dan sebagainya, tergantung kebutuhan,’ kata Tutik Windarsih, Selasa (25/8/2026).

    Daun kering salah satu bahan untuk membuat kompos. (FOTO: PRESKON.ID)

    Bagi Tutik, membuat kompos menggunakan galon bekas pengerjaannya mudah dan murah. Cara ini bisa menghemat biaya karena tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk membeli pot . Selain itu penggunaan galon bekas juga bisa tahan lama.

    Langkah ini juga turut mendukung program pelestarian lingkungan. Sebab untuk kantong plastik yang tipis saja baru bisa terurai dalam ratusan tahun, apalagi galon yang tebal dan keras tentu akan lebih sulit terurai. Galon bekas biasanya hanya bisa ditukar atau dikembalikan ke pabriknya untuk diolah kembali.

    “Dalam pembuatan tempat kompos dibutuhkan 2 sampai 3 galon bekas. Galon paling bawah dipotong setinggi 30 sentimeter, sedang galon di atasnya, potongan disesuaikan agar bisa tersambung. Agar sambungan tidak lepas bisa diikat menggunakan kabel ties atau kawat,” jelasnya.

    Tutik juga mengecat bagian luar galon dengan warna hijau. Selain untuk menutupi kompos juga untuk mempercantik tampilan saat dipajang di halaman rumah.

    Kertas dan kardus bekas yang sudah dicacah untuk bahan membuat kompos. (FOTO: PRESKON.ID)

    Sementara bahan komposnya, guru olahraga di SMA Negeri 1 Gresik ini dengan cara mengumpulkan daun kering, bunga yang sudah layu, buah yang jatuh dari pohon, makanan sisa, tisu, kertas, kardus bekas yang dicacah, hingga kulit telur yang sudah dihancurkan.

    Tisu yang terkena makanan bisa langsung dicampurkan dengan sisa makanan. Untuk tisu yang sudah dipakai tetapi masih terlihat bersih, misal hanya untuk mengeringkan tangan atau mengeringkan benda yang basah, bisa dimanfaatkan sebagai penutup kompos.

    Sedang untuk kertas dan kardus bekas dicacah dulu menggunakan pencacah kertas agar lebih rapi. Kemudian untuk kulit telur bisa dihancurkan menggunakan blender atau bisa juga kulit telur dikeringkan lalu dihancurkan secara manual.

    “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain bisa mengurangi sampah, kita juga bisa berkebun secara praktis. Lingkungan juga lebih bersih dan asri,” ujarnya.

    Kulit telur juga bisa untuk bahan membuat kompos. (FOTO: PRESKON.ID)

     

    Kompos Penghijauan Sampah Daur ULang
    Share. Facebook Twitter Pinterest WhatsApp
    Previous ArticleSemangat Hidup Sehat, Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Sehat Bersama Petrokimia Gresik
    Next Article Pamerkan Inovasi Bata Interlock Presisi, SIG Hadirkan Solusi Hunian Modern di Danantara Housing Expo 2026

    Related Posts

    Pamerkan Inovasi Bata Interlock Presisi, SIG Hadirkan Solusi Hunian Modern di Danantara Housing Expo 2026

    25 Agustus 2026

    Semangat Hidup Sehat, Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Sehat Bersama Petrokimia Gresik

    13 Agustus 2026

    Founder Apparel Allegiant M Harryanto Resmi Jabat Ketum FPTI Lamongan Periode 2026-2030

    13 Agustus 2026
    TERKINI

    Pamerkan Inovasi Bata Interlock Presisi, SIG Hadirkan Solusi Hunian Modern di Danantara Housing Expo 2026

    25 Agustus 2026

    Memanfaatkan Galon yang Terabaikan untuk Penghijauan Kawasan Pemukiman

    25 Agustus 2026

    Semangat Hidup Sehat, Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Sehat Bersama Petrokimia Gresik

    13 Agustus 2026

    Founder Apparel Allegiant M Harryanto Resmi Jabat Ketum FPTI Lamongan Periode 2026-2030

    13 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 Preskon.id Designed by Preskon.id.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.