Close Menu
preskon.idpreskon.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    preskon.idpreskon.id
    • Beranda
    • News
    • Ekonomi
    • Sport
    • Lifestyle
      • Kuliner
      • Budaya
      • Kesehatan
    • Berita Foto
    preskon.idpreskon.id
    Home » Malem Selawe, Sebuah Tradisi Kearifan Lokal Masyarakat Gresik
    News

    Malem Selawe, Sebuah Tradisi Kearifan Lokal Masyarakat Gresik

    RedaksiBy Redaksi5 April 20242 Mins Read
    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Forkopimda Gresik saat berziarah ke makam Sunan Giri saat malem selawe. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)
    Share
    Facebook Twitter Pinterest

    PRESKON.ID – Tradisi malem selawe (25) atau malam ke-25 di bulan Ramadan merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Gresik. Tradisi tersebut telah berjalan turun temurun sejak masa dakwah Sunan Giri pada ratusan tahun silam.

    Hal ini disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, usai berziarah ke makam Sunan Giri bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik.

    Di makam Sunan Giri, Bupati Gresik juga berkesempatan menyaksikan dua peninggalan Sunan Giri yakni, sajadah dan keris. Saat itu sebagai simbol perjuangan dakwah penyebaran Islam di Gresik masa lampau, yang dikeluarkan oleh pengurus yayasan yang mengelola kawasan makam waliyullah di Bukit Giri tersebut.

    “Malem selawe merupakan tradisi peninggalan Sunan Giri salah satu wali songo yang terus dilestarikan turun temurun oleh masyarakat Gresik. Tradisi tersebut merupakan perintah Sunan Giri kepada santri dan rakyatnya saat masih menjadi raja di Giri Kedhaton Gresik,” tuturnya, Kamis (4/4/2024) malam.

    Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani mengimbau kepada generasi muda untuk wajib dan menjaga tradisi peninggalan salah satu Wali Songo tersebut. Menurut dirinya, selain sisi spiritualis dan sarana dakwah, tradisi ini juga berdampak pada kebangkitan UMKM warga sekitar.

    “Tradisi ini merupakan kearifan lokal yang harus dipertahankan dan dilestarikan, mengingat Gresik adalah kota wali dan kota santri,” kata Gus Yani.

    Mantan Ketua DPRD Gresik tersebut berharap, kegiatan tradisi malem selawe tidak hanya di isi dengan seremonial. Selain ziarah juga diisi dengan Khotmil Qur’an, istigasah, pengajian, dan Do’a.

    “Ini yang harus kita sempurnakan, agar substansi dari tradisi malem selawe tidak hilang di era modernisasi saat ini.  Mudah-mudahan mulai tahun depan kegiatan tambahan spiritual tersebut bisa kita laksanakan. Mengingat Gresik adalah kota wali dan kota santri,” tandasnya.

    Pada kegiatan tersebut Bupati Gresik juga menyerahkan secara simbolis sertifikat halal kepada pelaku UMKM yang ada di Kecamatan Kebomas. (esef)

    #bupatigresik #malemselawe #sunangiri
    Share. Facebook Twitter Pinterest WhatsApp
    Previous ArticleFOTO: Momen Kasatpol PP Gresik Berbagi Takjil Untuk Tukang Becak dan Pemulung
    Next Article Kurangi Risiko Kecelakaan, Petrokimia Gresik Gelar Mudik Asyik Bersama BUMN 2024

    Related Posts

    Arik S. Wartono Gelar Pameran Seni Rupa dan Arsip Sejarah Bertajuk “Dari Gosari ke Kasongan” di Galeri Prabangkara Surabaya

    18 September 2026

    Pelukis Muda Gresik Annisa Nismara Pamerkan 15 Karya “Catatan Visual” di Galeri Merah Putih Surabaya

    6 September 2026

    Cak As Juara Turnamen Media Fun Billiard 2026 Aston Gresik Hotel

    6 September 2026
    TERKINI

    Arik S. Wartono Gelar Pameran Seni Rupa dan Arsip Sejarah Bertajuk “Dari Gosari ke Kasongan” di Galeri Prabangkara Surabaya

    18 September 2026

    Pelukis Muda Gresik Annisa Nismara Pamerkan 15 Karya “Catatan Visual” di Galeri Merah Putih Surabaya

    6 September 2026

    Cak As Juara Turnamen Media Fun Billiard 2026 Aston Gresik Hotel

    6 September 2026

    Pamerkan Inovasi Bata Interlock Presisi, SIG Hadirkan Solusi Hunian Modern di Danantara Housing Expo 2026

    25 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 Preskon.id Designed by Preskon.id.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.