PRESKON.ID – Dalam kehidupan sehari-hari kita tak lepas dari produk-produk yang akan menghasilkan sampah berbahan plastik seperti galon, kertas atau kardus. Tak hanya itu, daun kering, bunga yang sudah layu, buah yang jatuh dari pohon (biasanya buah jambu dan mangga), bahkan sisa makanan yang kita konsumsi juga akan menjadi sampah.
Meski berstatus sampah namun barang-barang di atas tidak perlu kita buang karena bisa diolah menjadi kompos sehingga tidak perlu lagi membeli pupuk tanaman. Adapun manfaatnya untuk penghijauan di sekitar tempat tinggal kita.
Salah satu penggerak komunitas Bank Sampah Kamper di Perumahan Pongangan Indah (PPI), Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Tutik Windarsih, menjelaskan jika barang-barang bekas tersebut memiliki manfaat untuk menciptakan kawasan yang bersih dan asri.
“Kami memanfaatkan galon bekas menjadi tempat kompos sekaligus pot. Selain itu galon bekas juga bisa dijadikan tempat payung, tempat sapu bahkan tempat botol plastik bekas dan sebagainya, tergantung kebutuhan,’ kata Tutik Windarsih, Selasa (25/8/2026).

Bagi Tutik, membuat kompos menggunakan galon bekas pengerjaannya mudah dan murah. Cara ini bisa menghemat biaya karena tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk membeli pot . Selain itu penggunaan galon bekas juga bisa tahan lama.
Langkah ini juga turut mendukung program pelestarian lingkungan. Sebab untuk kantong plastik yang tipis saja baru bisa terurai dalam ratusan tahun, apalagi galon yang tebal dan keras tentu akan lebih sulit terurai. Galon bekas biasanya hanya bisa ditukar atau dikembalikan ke pabriknya untuk diolah kembali.
“Dalam pembuatan tempat kompos dibutuhkan 2 sampai 3 galon bekas. Galon paling bawah dipotong setinggi 30 sentimeter, sedang galon di atasnya, potongan disesuaikan agar bisa tersambung. Agar sambungan tidak lepas bisa diikat menggunakan kabel ties atau kawat,” jelasnya.
Tutik juga mengecat bagian luar galon dengan warna hijau. Selain untuk menutupi kompos juga untuk mempercantik tampilan saat dipajang di halaman rumah.
Sementara bahan komposnya, guru olahraga di SMA Negeri 1 Gresik ini dengan cara mengumpulkan daun kering, bunga yang sudah layu, buah yang jatuh dari pohon, makanan sisa, tisu, kertas, kardus bekas yang dicacah, hingga kulit telur yang sudah dihancurkan.
Tisu yang terkena makanan bisa langsung dicampurkan dengan sisa makanan. Untuk tisu yang sudah dipakai tetapi masih terlihat bersih, misal hanya untuk mengeringkan tangan atau mengeringkan benda yang basah, bisa dimanfaatkan sebagai penutup kompos.
Sedang untuk kertas dan kardus bekas dicacah dulu menggunakan pencacah kertas agar lebih rapi. Kemudian untuk kulit telur bisa dihancurkan menggunakan blender atau bisa juga kulit telur dikeringkan lalu dihancurkan secara manual.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain bisa mengurangi sampah, kita juga bisa berkebun secara praktis. Lingkungan juga lebih bersih dan asri,” ujarnya.