PRESKON.ID – Seorang perupa asal Gresik, Rachmad Basuki, sukses menarik perhatian kolektor lewat karya art toys terbarunya bernama “Gajah Wurung”.
Miniatur berbentuk gajah ini dicetak menggunakan printer 3D dengan bahan PLA (Polylactic Acid). Inspirasi Rachmad datang dari patung gajah yang berdiri di Perlimaan Sukorame Gresik, tepatnya di pertemuan Jl. Dr. Soetomo dan Jl. Proklamasi. Patung tersebut sempat viral di media sosial karena bentuknya yang unik.
“Nama Gajah Wurung artinya gajah yang tidak jadi. Ide itu muncul setelah saya mengamati patung di Perlimaan Sukorame. Bentuknya tidak realistis seperti gajah pada umumnya. Dari situ saya tergelitik untuk membuat art toys versi saya sendiri,” jelas Rachmad, Jumat (24/4/2026).
Pria yang juga berprofesi sebagai ilustrator ini memproduksi Gajah Wurung dalam tiga varian produk. Untuk miniatur setinggi 7 cm seharga Rp100 ribu. Kemudian gantungan kunci setinggi 5 cm seharga Rp20 ribu. Sedang aksesoris setinggi 4 cm seharga Rp20 ribu.
“Alhamdulillah sudah mulai ada yang mengoleksi dan saya sedang mengerjakan beberapa pesanan. Produksinya memang kami batasi karena mengutamakan kualitas. Pengerjaannya butuh ketelitian tinggi,” ujarnya.

Gajah Wurung merupakan bagian dari brand Puno Kampunk, proyek art toys yang didirikan Rachmad. Brand ini juga memiliki seri figur lain seperti Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong. Selain art toys, Rachmad rutin mengunggah komik strip di akun Instagram @punokampunk sebagai media interaksi dengan penikmat karyanya.
Ditanya soal awal mula Puno Kampunk, Rachmad mengaku berawal dari hobi mengoleksi action figure.
“Dari hobi koleksi, saya coba bikin produk sendiri. Ternyata ada yang minat. Lumayan, jadi hobi yang menghasilkan,” ungkap anggota Gerakan Seni Rupa Gresik (GASRUG) itu.
Saat ini Rachmad bersama pegiat toys lain di Gresik juga telah membentuk komunitas Gresik Toys Community (GTC) sebagai wadah berkumpulnya para pecinta dan kreator art toys lokal.
