Ambeng Bandeng Tradisi Unik Saat Idul Fitri di Gresik

Seorang anak muda di Dusun Ambeng-ambeng, Desa Ambeng-ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, membawa ambeng (tumpeng) bandeng setelah salat Idul Fitri 1445 H. (FOTO: preskon.id)

PRESKON.ID – Tradisi ambeng atau tumpeng ikan bandeng setelah salat Idul Fitri masih terjaga baik di Kabupaten Gresik. Salah satu masyarakat yang masih menjaga tradisi tersebut adalah warga Desa Ambeng-ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Dusun Ambeng-ambeng, Desa Ambeng-ambeng Watangrejo, Haji Bukhori mengatakan, tradisi ambeng bandeng Idul Fitri, merupakan tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, hingga kini mayoritas warga tetap antusias mengikuti tradisi ini.

“Tradisi ini sudah ada sejak saya kecil. Dan sampai saya punya cucu, tradisi ambeng bandeng Idul Fitri ini masih tetap ada. Ini pertanda bahwa generasi saat ini masih menjaga tradisi tersebut dengan baik,” kata Haji Bukhori, Rabu (10/4/2024).

Bandeng memang memiliki hubungan erat dengan masyarakat Desa Ambeng-ambeng Watangrejo yang mayoritas mata pencahariannya adalah petani tambak. Haji Bukhori juga menyebut bahwa tradisi ambeng bandeng merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas limpahan berkah dari Allah SWT.

Tumpeng bandeng Idul Fitri milik warga di Dusun Ambeng-ambeng, Desa Ambeng-ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. (FOTO: preskon.id)

“Intinya membuat ambeng bandeng ini kan bersedekah atau berbagi. Biasanya kegiatan ini dilakukan di serambi masjid, langgar atau halaman sekolah. Setelah kita berdoa, ambeng ini dimakan bersama-sama. Bahkan kita saling bertukar bandeng kita dengan milik warga lain,” ucapnya.

Biasanya bandeng yang ditaruh di atas nasi berbentuk agak melengkung dengan mulut yang diberi hiasan cabe. Sebagai pelengkap, bandeng ada juga yang dihias dengan mie instan, potongan telur dadar, udang, tahu, tempe, sate telur ayam atau puyuh dan krupuk.

“Tradisi ambeng bandeng Idul Fitri ini adalah salah satu kearifan lokal yang kita miliki. Semoga generasi yang akan datang tetap menjaga tradisi ini,” harap Haji Bukhori. (esef)